Ah, tugas mencuci piring ini bener2 menyebalkan, dalam usia saya yg masih suka bermain boneka dan tak umpet rasanya urutan2 pekerjaan rumah ini terlalu panjang, harus menjaga dan mengurus kedua adik saya yang kembar setelah selesai sekolah, harus memasak air teh utk kebutuhan minum setiap hari, harus nyapu, harus belajar, harus menjemur pakaian, harus menyanyi keluar kota hingga larut malam utk menafkahi hidup diri sendiri dan keluarga, harus ini itu...ahhhh kenapa hidup saya yg masih kecil begini harus beda dengan anak2 seusia saya yang lain nya, kenapa harus selalu berkorban, kenapa harus bertanggung jawab, kenapa harus mengerjakan tugas2 orang dewasa, kenapa tidak bisa bisa bebas, bebas mikir, bebas bermain, bebas bertanya, bebas protes, bebas seperti layaknya dunia anak2 umur 9 tahun, kenapa, kenapa, kenapa?
Sambil terus memaki diri sendiri, toh saya jalani juga mencuci tumpukan piring bekas makan siang keluarga, walau sedikit dongkol mulut saya masih saja melantunkan lagu kesayangan saya yang juga kesayangan penggemar2 saya, " jangankan .....lautan luas pun kuseberangi, asalkan kudapati cinta suci abadi, segala permata aku tak perduliiiii.
"Ada apa didapur ?"
"Ada buronan polisi mak, kasian sekali, tubuhnya penuh luka, dia cuman mau sembunyi sampe gelap nanti, mak janganlah dia disuir mak"
Mak dengan ter gesa2 mengikuti langkah saya ke dapur, ketika mereka bertemu, Andy segera berdiri menyalami mak dengan sikap hormat dia berkata " Maafkan saya bu, saya akan dibunuh kalau tertangkap, saya mohon tolonglah saya sampe magrib saja disini, nanti saya keluar dari sini secepatnya"
Mak merasa iba, lalu menyuruh saya utk mempersiapkan makanan, dan menyuruhnya mandi, Andy segera mandi disumur didalam kamar mandi, lalu kami berikan celana dan kemeja peninggalan ayah yg masih mak simpan dengan rapih didalam koper.
Malam itu kami beri Andy makan sayur kangkung, goreng tempe dan tahu, Andy makan dengan lahapnya, mak bertanya kenapa dia melarikan diri dari kejaran polisi.
Andy pun bercerita, Andy adalah seorang putra dari seorang ayah militer di Jakarta, pergaulan Andy yg bebas menyebabkan andy terjerumus dalam obat2 terlarang, ayahnya sering mengancam bila Andy tidak kapok dan terus menerus mempermalukan nama baik ayahnya, maka Andy akan dikirim kekantor polisi diluar kota, itulah yg menyebabkan Andy masuk penjara dikota Banten ini, mak dan saya percaya akan ceritanya, karena dari sikap dan cara Andy bicara tak ada sedikitpun yg mencerminkan andy adalah seorang kriminal yg berbahaya, sikapnya sangat sopan dan simpatik, Andy sangat terkesan ketika mendengar saya adalah penyanyi kecil yg berkeliling kesetiap kota dengan group band, malah saya diminta nya utk menyanyi, saya pun melakukan nya, Andy berjanji bila hidupnya sudah pulih dan normal lagi, dia akan kembali mengunjungi kami.
Sehabis magrib, mak menyelipkan uang disaku Andy, dan melepaskan lelaki ini lewat pintu belakang, " hati2 nak.....di stasiun kereta api nanti belilah topi utk menutupi wajahmu " pesan mak, Andy melambaikan tangan nya dan menghilang dalam kegelapan.
Esok hari nya seperti biasa saya pergi sekolah, sepanjang hari ingatan saya tak bisa lepas dari peristiwa yg mengerikan kemarin siang, betapa menakutkan nya melihat seorang buronan melabrak pintu dapur saya, lalu saya tersenyum sendiri, ternyata tidak semua buronan polisi orang jahat yg musti dibunuh, Andy sangat santun...mudah2an suatu hari nanti Andy bisa hidup normal lagi dan tidak lupa akan janjinya utk mengunjungi kami.
Tiba2 mata saya tertumpu pada sebuah arak2an, ada beberapa masyarakat membawa pentungan kayu, dan ada beberapa polisi yg mencambuki seorang lelaki dengan sabuk karetnya, pecutan yg ber tubi2, membuat lelaki ini memuncratkan darah dari mulut dan hidungnya, dibalik lumuran darah ini, saya masih bisa melihat kedua mata lelaki yg berdiri sempoyongan, itu wajah Andy....saya mendekap mulut saya dan berlari sekuat tenaga hingga memasuki kamar saya dan melemparkan tubuh serta tas sekolah saya disana, saya men jerit2, menangis sambil memukuli kasur dan bantal...mak segera mendekap saya, " hey..kenapa kamu ini ? Omie...kenapa pula kamu ini ?"....
"Mereka menangkap Andy mak..mereka menghajarnya habis2an...Andy akan mati, dia bilang dia akan mati bila tertangkap..
Mak memeluk saya, " biarlah Tuhan yg menentukan semuanya nak....kamu sudah berusaha menyelamatkan dia, kamu sudah lakukan tugas kamu....."
Mak memeluk saya yg tak bisa berhenti menangis, saking capenya saya menangis, mata saya sembab dan suara saya hilang sama sekali, saya tidak bisa pergi sekolah karena sedih dan marah tak kepalang, dan ber hari2 tidak bisa bernyanyi karena suara saya yg parau.
Beberapa hari kemudian, dikabarkan Andy meninggal dunia.
(Omie)
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
Blog:
http://mediacare.blogspot.com
http://www.mediacare.biz
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar