SBY Ganti Kendaraan Politik
JAKARTA : Berakhir sudah goncang-ganjing intenal Partai Demokrat. Presiden Susilo Bambang Yudoyono telah dipastikan meninggalkan kendaraan politiknya itu. Kabar ini terungap dari isu yang beredar di markas besar Partai Karya Perjuangan, atau yang disingkat Pakar Pangan.
Ketua Umum Pakar Pangan Jackson Kumaat mengatakan, pihaknya diundang kepala negara di kediaman pribadi di kawasan Cikeas, pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Yudhoyono meminta Pakar Pangan untuk menjadi kendaraan politik di arena Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 mendatang. "Kami siap mengamankan langkah beliau untuk menjabat kedua kalinya," ujar Jackson (24/2).
Namun Jackson enggan berkomentar panjang, soal digantinya kendaraan politik SBY. Ia hanya mengatakan, bahwa Yudhoyono meminta Pakar Pangan segera menyiapkan struktur kepengurusan di 33 propinsi se-Indonesia. Selain itu, Pakar Pangan juga diminta untuk memasang anak-anak muda di struktur kepemimpinan partai. "Sebagian besar anggota pengurus partai, adalah orang yang belum pernah terjun ke dunia politik, sehingga kami belum terkontaminasi oleh prilaku negatif politisi," ujar Jackson yang bulan Januari lalu berusia 30 tahun.
Menanggapi banyaknya partai politik peserta pemilu yang sudah mendaftar ke Depkum HAM, Jackson hanya menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah dan masyarakat. Meski demikian, ia berharap, agar masyarakat mampu menilai secara objektif terhadap partai politik yang baru, maupun partai politik lama. "Sudah saatnya anak muda memimpin bangsa ini. Kita sudah bosan dengan janji-janji politisi tua," tegasnya. (*)
95 Parpol Baru Mendaftar untuk Ikut Pemilu 2009
Belum Satu pun yang Memenuhi Persyaratan
http://www.pikiran-
JAKARTA, (PR).-
Kendati pemilihan umum baru akan berlangsung setahun lagi, sudah 95 partai politik yang mendaftar ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Selanjutnya, parpol-parpol ini akan diverifikasi untuk menjadi badan hukum.
"Untuk menjadi peserta pemilu, parpol masih harus melewati verifikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, hal itu baru bisa dilakukan setelah RUU Pemilu rampung," kata Dirjen Administrasi Hukum Umum Depkum HAM, Syamsudin Manan Sinaga di Jakarta, Jumat (25/1).
Dari 95 parpol yang mendaftar itu, belum satu pun yang memenuhi persyaratan terkait data pengurus. Hal itu menyangkut keterangan kepengurusan di tingkat provinsi, kab./kota, dan kecamatan yang dilampirkan dalam surat keputusan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Depdagri. "Kami memberi kesempatan kepada parpol tersebut untuk memenuhi persyaratan sampai batas akhir 27 Februari 2008," ujar Syamsudin.
Depkum HAM akan melakukan verifikasi selama 2 bulan sesuai dengan ketentuan UU No. 2/2008 tentang parpol. Sebanyak tiga tim telah dibentuk untuk menangani pendaftaran, verifikasi, dan tim penyamaan persepsi.
Apabila parpol telah dinyatakan lolos verifikasi, Menkum HAM akan mengeluarkan surat keputusan (SK). Dalam SK itu dinyatakan parpol yang bersangkutan telah berstatus badan hukum. "SK tersebut ditargetkan terbit pada akhir April, dan pada awal Mei bisa di-launching. Ini hanya untuk asas publisitas," ujarnya.
Unik dan lucu
Dari 95 parpol tersebut, di antaranya merupakan parpol lama dengan wajah baru. Misalnya, Partai Bintang Bulan pimpinan Hamdan Zoelva, S.H, M.H. yang sebelumnya bernama Partai Bulan Bintang. Pada pemilu lalu, partai yang didirikan Yusril Ihza Mahendra ini tidak lolos electoral treshold atau batas minimum perolehan suara.
Beberapa tokoh tampak menjadi pimpinan parpol baru, seperti Yapto Soelistio Soejosoemarno, S.H. (Partai Patriot), Jenderal (Purn) Wiranto, S.H. (Partai Hati Nurani Rakyat yang sebelumnya bernama Partai Perhimpunan Kebangsaan), Jamal Mirdad (Partai Nusa Bangsa), H. Roy B.B. Janis, S.H., M.H. (Partai Demokrasi Pembaruan), dan Drs. H. Choirul Anam (Partai Kebangkitan Nasional Ulama).
Yang cukup menarik perhatian pers, di antara 95 parpol itu terdapat sejumlah parpol dengan nama yang unik dan mengundang tanya, karena mengaitkan dengan pemerintahan masa lalu atau mantan Presiden Soeharto. Contohnya, Partai Karya Pelita Soeharto pimpinan Pandara H.R.
Tidak ada penjelasan tentang keterkaitan langsung antara parpol baru ini dengan keluarga Cendana, atau hanya sekadar simpatisan karena parpol itu beralamat di Bekasi Regency II, Cibitung, Kab. Bekasi, Jawa Barat.
Partai berbau Soeharto lainnya adalah Partai Orde Baru pimpinan Drs. H. Zaufi Lubis.
Parpol lain pada umumnya mengambil nama dengan nuansa agama, profesi, atau kebangsaan. Contoh partai berbau agama, Partai Islam Persatuan, Partai Islam Indonesia Masyumi, Partai Pengamal Thareqat Islam Negara Islam Indonesia, Partai Walisongo, partai Kristiani Indonesia.
Ada juga yang namanya hampir sama, seperti Partai Kristen Demokrat Indonesia (PKDI) dengan Partai Demokrat Kristen Indonesia (PDKI).
Selain itu, ada parpol berbau kejawen seperti Partai Satria Piningit pimpinan Dr. Achmad Saefudinnur. Partai unik lainnya seperti Partai Karya Perjuangan yang disingkat Pakar Pangan pimpinan Jacson A.W. Kumaat, atau Partai Perjuangan Rakyat Miskin dan Tertindas pimpinan Muhammad Mansyur.
Parpol-parpol tersebut tidak semuanya beralamat di Jakarta. Partai yang beralamat di Bekasi adalah Partai Walisongo, Partai Karya Pelita Soeharto, Partai Perjuangan Rakyat Tertindas. Sedangkan Partai Pengamal Thareqat Islam Negara Indonesia dan Partai Pembaharuan Damai Sejahtera beralamat di Depok. (A-78/A-109)
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
Blog:
http://mediacare.blogspot.com
http://www.mediacare.biz
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar