Sukarno Hatta kemarin tengah malam.
Begini ceritanya, saya tiba di Cengkareng pada pukul 00.30 WIB di
Terminal Kedatangan Domestik (Terminal C) dengan menumpang pesawat
Adam Air dengan penerbangan Medan – Jakarta.
Setelah mengambil bagasi akhirnya saya melangkahkan kaki keluar dari
ruangan tempat pengambilan bagasi keluar menuju tempat mangkalnya
taxi.
Begitu saya melangkah keluar saya langsung diserbu oleh sopir-sopir
taksi yang tidak saya inginkan. Saya menunggu Blue Bird atau Express
atau Silver Bird.
Tapi rupanya taksi yang saya tunggu tersebut tidak juga kunjung datang
padahal saya sudah berada di luar sekitar 15 menit.
Selama saya berdiri saya selalu didatangi oleh sopir-sopir taksi yang
tidak bonafid menawarkan taksi tanpa argo. Tentu saja saya tidak mau,
terlalu banyak pengalaman orang-orang yang menjadi korban tindakan
kriminal di dalam taksi yang tidak kredibel.
Dengan alasan tersebut saya memilih untuk bertahan dan menunggu taksi
yang saya kehendaki.
Karena merasa kurang aman (didatangi oleh sopir-sopir taksi terus)
saya memutuskan untuk bertanya kepada seorang satpam bernama Bp. S.
SILITONGA.
Saya berpikir dengan bertanya kepada petugas keamanan setidaknya saya
merasa aman.
Beginilah pembicaraan tersebut:
Saya : "Pak, saya mau Tanya. Kalau taksi Express koq belum lewat ya?"
(suara saya tidak terlalu keras dengan maksud supaya tidak
didengar sopir-sopir taksi yang mulai terkesan memaksa)
Satpam : (Dengan suara yang DIKERASKAN)
"OOOHHH KALAU JAM SEGINI UDAH GA ADA TAKSI EXPRESS.
MEMANGNYA MAU KE MANA??"
Tentu saja suaranya itu menarik perhatian sopir-sopir taksi.
Maka datanglah seorang sopir taksi
Sopir Taksi : (Dengan nada memaksa)
"Mau kemana? Biasanya berapa? Udah seperti harga biasa saja."
Satpam : "Naik taksi ini aja. Lagian sama aja.
Emangnya harus Express ya?"
Sopir Taksi : "Ayo.., mana barangnya?"
Saya : (Mulai menyadari ternyata Sang Satpam saya harapkan bisa
melindungi saya dari sopir-sopir taksi ini ternyata tak lebih dari
calo taksi bandara)
"Saya lagi nunggu yang jemput"
Satpam : "YA SUDAH KALAU DIJEMPUT. TUNGGU SAJA."
(Dengan sedikit membentak)
Padahal maksud saya itu TOLONG PA SATPAM JAUHKAN SAYA DARI SOPIR-SOPIR
TAKSI INI!!!! Bukannya disodorkan kepada mereka.
Tak lama akhirnya ada sebuah Taksi Blue Bird.
Akhirnya saya lari sampai menggerek koper saya.
Saya tahu itu bukan taksi bandara, tapi tak ada pilihan lain.
Begitu taksinya berenti Sang Satpam ini dengan gagah berani bak
seorang preman mulai mengetok taksi. …. Lalu mengusirnya. Saya pun
menghentikan langkah.
SANG SATPAM ternyata masih bercakap-cakap "DENGAN AKRABNYA" dengan
sopir taksi yang tadi menghampiri kami.
Saya BINGUNG!
Mengapa seorang satpam lebih memilih untuk menyodorkan taksi yang
TIDAK BONAFID kepada pengguna bandara???
Juka memang taksi yang saya kehendaki tidak ada di bandara mengapa ia
tidak melindungi saya? Malah menyodorkan saya taksi tanpa argo dengan
sopir-sopirnya yang tanpa sopan santun.
Lalu saya menuju tempat pemberhentian DAMRI di dekat terminal
kedatangan domestik
Di sana pun saya masih didatangi oleh sopir-sopir taksi.
Selama saya melangkahkan kaki ke tempat pemberhentian DAMRI saya masih
diikuti oleh Sang Satpam yang "GAGAH BERANI".
Tak lama muncullah sebuah taksi Blue Bird kosong, saya pun segera
mengangkat koper dan naik ke mobil.
Kemudian bak seorang "YANG MEMBELA KEBENARAN" bapak Satpam yang
BERTUGAS UNTUK MENJAGA KEAMANAN itu mencegat taksi yang saya tumpangi
dengan berdiri tepat di depan jalannya taksi.
Untunglah sang pengemudi taksi ini juga tak kalah nyentriknya dan
malah menancap gas, alhasil "SANG PEMBELA KEBENARAN" ini menepi dan
hanya bisa memukulkan kentungannya ke taksi.
Saya sebenarnya MALU dengan kelakuan SATPAM TERMINAL KEDATANGAN C yang
bernama Bpk. S. SILITONGA ini.
Para pengguna bandara ini mengharapkan keamanan dan kenyamanan.
Saya yang tiba pukul 00.30 ingin sekali diperlakukan dengan baik.
Saya dan pengguna jasa dari Bandara Internasional Sukarno Hatta ini
hanya ingin aman dan nyaman.
MOHON DIHENTIKANLAH SIKAP PREMANISME SATPAM.
SEGERALAH DIRUBAH CITRA BANDARA INI.
Tolong diperbanyak taksi-taksi yang kredibel.
Bagaimana mau melaksanakan Visit Indonesia kalau ternyata sang petugas
pengamanan ini bertugas tak lebih dari CALO TAKSI????!!!!
Salam,
Artha M. Lumban Tobing
viollette@gmail.com
Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
Blog:
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:mediacare-digest@yahoogroups.com
mailto:mediacare-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
mediacare-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar