Menuju Pers yang Bermartabat
Oleh : H Nur Mahmudi Ismail
Wali Kota Depok
Kita semua tahu media massa memainkan peran yang luar biasa. Media memiliki kekuatan sangat besar untuk memengaruhi opini publik dan membuat suatu perubahan.
Problemnya adalah kekuatan yang sedemikian besar selalu memberikan dua dampak. Pertama dampak positif dan konstruktif dan kedua dampak yang negatif dan destruktif. Yang menjadi persoalan sekarang adalah bagaimana para jurnalis Indonesia ikut berpartisipasi mengembangkan jurnalisme yang mendidik partisipatif dan jurnalisme yang memiliki perspektif dan persepsi untuk ikut serta membangun masyarakat menjadi suatu masyarakat yang betul-betul maju dan bermartabat.
Sungguh kami menyadari betapa besar arti dan peran pers dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Kita sering atau bahkan setiap hari membaca surat kabar, tabloid, media-media online, dan majalah serta mendengarkan radio. Kita juga sering bahkan tak pernah terlewatkan menonton tayangan acara televisi.
Kita disuguhi berbagai informasi yang membahagiakan sekaligus informasi menyakitkan. Kita kerap diajak untuk berkelana secara mengasyikkan ke titik terjauh tata surya. Tetapi, tak jarang kita juga dibawa menyaksikan berbagai peristiwa amat menyesakkan dada, ada kelaparan, kebakaran, kerusuhan, dan beberapa berita kriminal yang kini semakin membuat kita dilematis, prihatin, dan menakutkan.
Terkadang atau bahkan sering kita terhanyut, seperti mengalami sendiri berbagai fenomena peristiwa secara langsung. Ada saatnya kita tertawa. Tetapi, ada saatnya kita sedih dan nestapa.
Semua ini terjadi karena dahsyatnya kekuatan pers mengantar pada situasi tersebut. Pers tampil begitu perkasa dan memesona.
Kehidupan dan perkembangan pers di suatu negara tidak dapat dilepaskan dari kehidupan dan tingkat perkembangan demokrasinya. Namun, pers sebagai bagian dari kehidupan bangsa, kekuatan pembangunan demokrasi, selalu memiliki unsur dan potensi sebagai faktor pembaharu.
Dengan tuntutan pers sebagai kekuatan pembaharuan, agent of modernization selalu diperlukan. Artinya, pers harus selalu memiliki visi informasi yang dinamis (informatif)
Orang-orang pers dalam struktur masyarakat modern tergolong dalam kategori elite, dalam pengertian memiliki tanggung jawab yang besar terhadap proses penyelenggaraan kekuasaan dan proses demokratisasi serta akulturasi dalam masyarakat. Selain fungsi sosial kontrol, fungsi informasi (surveillance functions), fungsi komunikasi, fungsi penghubung antarkelompok masyarakat (connect), fungsi memengaruhi (persuade), dan penyadaran akan berbagai hal (educate), juga fungsi hiburan (entertaint). Semuanya berhubungan dengan masalah kemanusiaan dan kebangsaan.
Peranan wartawan saat ini jauh lebih kompleks dan rumit dibandingkan masa lampau. Sebuah analogi dunia pers, secara sederhana dapat digambarkan pada masa perjuangan kemerdekaan, pers (wartawan) memihak pergerakan nasional dan melawan sistem kolonial.
Dalam perkembangannya ada tuntutan lain, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Harkat kemanusiaan dan harga diri bangsa harus tetap diutamakan. Ini berarti secara otomatis menuntut para pengelola media (pers) harus memiliki sistem menajemen bisnis dan redaksional yang baik.
Sikap kritis
Sebagai pers yang independen, bebas, dan bertanggung jawab, pers dan wartawan harus mempunyai komitmen serta cita-cita yang kuat untuk menjadi motivator masyarakat. Komitmen itu bagi wartawan dilakukan dengan kesadaran yang kritis.
Sikap kritis konstruktif seperti inilah yang diperlukan dalam sistem pemerintahan demokratis. Terlebih lagi dalam era otonomi daerah seperti saat ini.
Salah satu bentuk bantuan pers dalam konteks ini adalah dengan memberikan informasi tentang kejadian/fakta dengan baik dan benar sehingga dapat membimbing publik. Pencerdasan dimaksud bertujuan agar rakyat memiliki wawasan yang benar mengenai aspek-aspek informasi hingga dapat menilai informasi tersebut dengan baik dan benar pula.
Penting pula membentuk SDM pers yang andal dan berkualitas. Akan sulit ditemukan pers berkualitas tanpa didukung SDM yang berkualitas.
Kualitas pers merupakan daya tarik yang amat menentukan bagi masyarakat. Animo masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan mereka.
Dalam bentuknya yang mulai modern, teori masyarakat dan fungsi media massa dalam perspektif empirik-kritis, melihat secara optimistis persepsi yang berkembang dalam masyarakat atas perkembangan media massa. Artinya, masyarakat juga mempunyai kemampuan mengontrol media massa berikut dampak-dampaknya.
Media massa mempunyai tanggung jawab sosial yang besar. Tanggung jawab ini termasuk katalisator dalam menjunjung tinggi etika dan norma. Tanggung jawab sosial perlu mendapatkan perhatian dari para pelaku bisnis dan praktisi media, bukan semata mengejar sisi ekonomi.
Sebuah adagium mengatakan 'mass media is tool of social engineering'
Partisipasi masyarakat menjadi niscaya guna mengatasi berbagai dampak negatif yang dimunculkan media massa. Saatnya kita bersama mengawasi media massa.
Kebebasan pers memberikan ruang terbuka bagi kita untuk berbicara bebas tanpa adanya rasa takut, termasuk dalam hal ini mengawasi dan mengontrol pemberitaan media massa agar tidak bertentangan dengan norma-norma sosial yang kita anut. Akhirnya, kami berharap dalam kegiatan hari pers nasional menjadi momentum yang berharga bagi kita semua dan semakin mengokohkan kepribadian kita sebagai bangsa yang bermartabat. Selamat hari pers nasional 9 Februari tahun 2008.
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
Blog:
http://mediacare.blogspot.com
http://www.mediacare.biz
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar