http://www.republik
Koran » Berita Utama
Jumat, 22 Februari 2008
Menkes: Saya tak akan Pernah Tarik Buku Itu
JAKARTA -- Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, bergeming. Reaksi keras dunia internasional, khususnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang meminta bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung' ditarik, tak membuatnya gentar. Dia bertekad untuk mempertahankan buku itu tetap beredar, apa pun risikonya. ''Saya tak akan pernah tarik buku itu dari peredaran. Tak seorang pun bisa menarik buku ini dari peredaran,'' tegas Siti Fadilah dengan nada berapi-api kepada Republika, Kamis (21/2).
Menkes bahkan akan mencetak ulang buku yang laris manis itu. Di era demokratisasi, katanya, seorang pun tak berhak menghalangi orang lain mengungkapkan pendapatnya. ''Selain cetak ulang, saya juga akan segera menerbitkan jilid dua buku itu,'' paparnya. Menkes juga menegaskan tak ada salah penerjemahan dalam buku edisi bahasa Inggris. Yang menjadi kontroversi dan menuai reaksi dunia internasional, dalam buku itu Siti Fadilah menyoroti ketidakadilan mekanisme WHO dalam mempergunakan sampel virus H5N1 yang dikirim negara berkembang.
''Kami sama sekali tak pernah tahu, apakah virus itu digunakan untuk penelitian atau publikasi, ataukah mereka di-sharing ke pabrik vaksin untuk dibuat vaksin. Atau mungkin virus itu digunakan untuk pengembangan senjata biologi,'' papar Siti Fadilah di halaman 173 lampiran IV buku ber-cover merah itu.
Pernyataan itu disampaikan Siti Fadilah dalam Pertemuan Antarpemerintah Menghadapi Pandemik Avian Influenza (AI) di Jenewa, Swiss, 20 November 2007. ''Saya sebenarnya sempat akan menarik buku itu dari toko untuk melihat apakah benar ada kesalahan, ternyata bukunya sudah habis semua,'' paparnya. Siti Fadilah pun membenarkan dia telah mendatangi Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menjelaskan penerbitan buku itu. ''Setelah saya jelaskan, BIN bisa menerima dan bahkan memberi dukungan kepada saya.''
Buku setebal 182 halaman yang ditulisnya selama dua bulan itu bersumber dari catatan harian dan pengalaman nyata yang dialami Menkes. ''Makanya buku itu mirip novel.'' Seperti diberitakan surat kabar Australia The Age edisi Kamis (21/2), pejabat WHO untuk keamanan kesehatan, David Heymann, meminta Menkes menarik buku itu.
Saat ditanya benarkah Presiden Susilo Bambang Yudhyono memerintahkannya untuk menarik buku itu dari peredaran? Siti Fadilah menjawab, ''Saya tak mendengar langsung perintah itu dari Pak Presiden.'' Ketika diminta komentar soal kabar pelarangan penerbitan buku Menkes edisi bahasa Inggris, juru bicara Presiden, Andi Mallarangeng, mengatakan, ''Ini bukan domain saya, coba ditanyakan ke Dino.'' Namun, juru bicara Presiden urusan luar negeri, Dino Patti Djalal, enggan mengomentari hal itu. ''Saya no comment, silakan masalah ini ditanyakan langsung ke Menkes.'' hri/djo/dri ( )
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
Blog:
http://mediacare.blogspot.com
http://www.mediacare.biz
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar