Minggu, 10 Februari 2008 15:00:00
Golkar Berpeluang Menangkan Pemilu dengan Tarik Keluarga Soeharto
"Golkar tidak perlu bertarung untuk mendapatkan 100 persen suara rakyat Indonesia di Pemilu 2009, cukup sasarannya dengan masyarakat Indonesia yang suka dengan Pak Harto. Bila itu dilaksanakan maksimal, Golkar berpeluang memenangkan Pemilu legislatif 2009," kata Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII), Jeffrie Geovanie, di Jakarta, Ahad.
Menurut lembaga kajian kebijakan publik itu, pascawafatnya mantan Pesiden Soeharto, masyarakat Indonesia terbelah pada tiga sikap terhadap Pak Harto, yakni sepertiga netral, sepertiga membencinya dan sisanya menyukai kepemimpinan Soeharto.
"Dalam konteks adanya masyarakat yang menyukai Pak Harto, Golkar bersikap cerdas memanfaatkan isu itu dengan menarik keluarga Soeharto bergabung kembali ke Golkar. Logika Pemilu itu berbeda, dan Golkar tidak perlu bertarung untuk mendapatkan 100 persen suara rakyat Indonesia, cukup suara masyarakat yang suka dengan Pak Harto," kata anggota dewan penasiat lembaga kajian CSIS itu.
Golkar dinilainya melakukan terobosan yang lebih cemerlang dibandingkan PKS, yang memperbesar ruang sasarannya dengan mengkaji sebagai partai terbuka, termasuk menampung usulan untuk mengakomodasi calon legislatif (caleg) dari kalangan non-muslim pada pertemuan Majelis Syuro PKS mendatang. Jeffrie juga mengatakan bahwa putri sulung mantan presiden Soeharto, yakni Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut, memiliki peluang untuk diusung sebagai calon wakil presiden (Cawapres).
"Namun, asalkan Mbak Tutut sejak sekarang mempersiapkan diri dengan serius, karena pemilih pada Pilpres itu memiliki logika tersendiri," katanya. Sebelumnya, Ketua Partai Golkar Muladi menyatakan partai berlambang pohon beringin itu terbuka bagi keluarga Soeharto yang ingin bergabung.
"Kita terima keluarga Soeharto dengan legowo. Karena memang asal usulnya dari Golkar," katanya. Wapres yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, juga memberikan tanggapan atas kemungkinan bergabungnya Mbak Tutut ke Golkar. "Dari dulu Mbak Tutut memang fungsionaris Golkar, jadi bukan merapat kembali," kata Wapres. antara/
++++
Minggu, 10 Februari 2008 15:26:00
Prabowo Minta Kader Golkar Kembali kepada Rakyat
"Rakyat kita sudah tidak memiliki kepercayaan kepada pemerintah dan politisi, karena sering bohong dan tidak mensejahterakan rakyat, bahkan harga-harga naik terus," katanya di Surabaya, Ahad.
Di hadapan 260 kader Golkar se-Jatim dalam orientasi dan pembekalan fungsionaris Golkar itu, mantan Danjen Kopassus itu mengemukakan, rakyat saat ini sudah menganggap politik itu kotor, akal-akalan, dan rekayasa.
"Rakyat melihat pemerintah dan politisi hanya pintar berjanji, tapi janji itu pun hanya bertahan seperempat jam, meskipun pakai sumpah dengan kitab suci. Jadi, rakyat kita sudah kecewa dengan para pemimpin," katanya menegaskan.
Oleh karena itu, kata mantan Pangkostrad itu, kader-kader Golkar harus kembali kepada rakyat dengan mengembalikan politik sebagai upaya agar kehidupan menjadi lebih baik (sejahtera).
"Golkar harus mampu menyelamatkan pemerintahan dan dunia politik yang tidak dipercaya rakyat itu, dengan mengupayakan rakyat menjadi sejahtera," kata mantan menantu Soeharto, mantan Presiden (almarhum) itu.
Dalam acara yang dibuka Sekjen DPP Partai Golkar Letjen TNI (Purn) Sumarsono itu, ia mengatakan, Golkar harus tampil, karena bila semuanya diam, maka negara akan dipimpin orang-orang yang tak mensejahterakan rakyat.
"Kader-kader Golkar harus mampu bertindak cepat untuk rakyat. Jangan sampai rakyat Kaltim yang kaya minyak dan gas justru tak menikmati listrik, atau jangan sampai provinsi yang kaya sawit justru mengalami kelangkaan minyak goreng. Indonesia kok seperti republik mimpi," katanya.
Purnawirawan jenderal bintang tiga yang kini menjadi Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) itu menyatakan, pemerintah dan politisi harus membuktikan bahwa demokrasi itu tidak salah dan rakyat juga dapat sejahtera.
"Sekarang, demokrasi sudah berkembang sangat demokratis, parpol ada ratusan, media massa juga ada ratusan, daerah otonom juga cukup banyak, tapi rakyat justru tidak sejahtera, karena mereka tak dapat menikmati kekayaan alam yang dimilikinya sendiri," katanya menegaskan.
Dalam kesempatan itu, Prabowo meminta kader-kader Partai Golkar di Jatim yang merupakan "jantung" Indonesia berupaya keras mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan posisi yang dimiliki di birokrasi dan legislatif.
"Upaya rakyat sejahtera dan upaya Indonesia menjadi swasembada pangan dengan berbagai cara, karena bila tidak begitu, maka Indonesia akan tergantung kepada pangan dari negara lain dan rakyat yang lapar akan minta merdeka," katanya menambahkan.
Sementara itu, Sekjen DPP Partai Golkar Letjen TNI (Purn) Sumarsono saat membuka orientasi itu mengingatkan kader Partai Golkar untuk bekerja keras untuk rakyat, karena kader yang tak berbuat untuk rakyat akan ditinggal.
"Yang disebut fungsionaris itu kader yang berbuat sesuai dengan potensi yang dimiliki dan diberikan kepada rakyat, kemudian disiplin dengan aturan organisasi. Kalau tidak begitu, maka pengurus tidak akan memakainya," katanya.
Acara pembekalan itu, juga menampilkan pengurus DPP Partai Golkar lainnya, diantaranya Ketua DPP Partai Golkar H Syamsul Muarif dan Ny Syarwan Hamid. antara
Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
Blog:
http://mediacare.blogspot.com
http://www.mediacare.biz
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
Blog:
http://mediacare.blogspot.com
http://www.mediacare.biz
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
.
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar