http://www.pdi-
Mustahil Negara demokratis dibangun tanpa kebebasan pers. Demikian dikemukakan Panda Nababan, Ketua Bidang Internal Media DPP PDI Perjuangan, di Kantor DPP Partai, Jumat (8/2). "Kita akan menjungjung tinggi kebebasan pers, tetapi kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan dengan intergritas yang tinggi, penguasaan dan tanggungjawab profesional serta tanggungjawab sosial insan pers. Karena salah satu misi utama pers adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan masyarakat," ujar politisi yang sudah bergelut di bidang pers selama 32 tahun ini.
Pada peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari ini, Panda, demikian dia kerap disapa, meminta intstitusi dan praktisi media lainnya untuk lebih mengkedepankan kode etik pers, tanggungjawab serta misi sosialnya dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalisme. "Institusi pers perlu lebih meminimalisir kesalahan-kesalahan
Dalam konteks profesionalisme jurnalis, Panda melihat persoalan-persoalan lama yang belum kunjung terselesaikan oleh insan pers itu sendiri. Panda merujuk fenomena wartawan tanpa surat kabar (WTS) serta media-media penerbitan sesaat yang menggunakan berita-berita untuk memojokan pihak-pihak yang tidak mereka senangi, hingga memeras pihak lain, dan mengabaikan prinsip-prinsip fakta sebagai sebuah kebenaran.
Sebagai seorang senior di dunia pers, Panda meminta para jurnalis untuk tidak lelah meningkatkan kualitas diri mereka. "Wartawan juga harus tetap belajar, meningkatkan mutunya, tata bahasanya dan akurasinya," tutup Ketua 1 Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini. [sf]
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
Blog:
http://mediacare.blogspot.com
http://www.mediacare.biz
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar